Senin, 06 April 2015

TIKO TINGGAL KELAS

       Ketika langit cerah menghampar sepoi-sepoi angin pagi, terlihat burung-burung terbang berkicau berhutan , bahkan ada beberapa burung terbang membentuk komposisi yang indah untuk dilihat , sementara itu buliran embun menyatu membentuk tetesan , yang beberapa saat kemudian menetes ke arah rerumputan................ ah indahnya pagi itu kata Tiko pada diri sendiri, ketika itu Tiko berusia 10 tahun........
Dan hari itu saatnya Tiko kecil untuk terima terima raport kenaikan kelas, ya tentu saja hatinya berdebar-debar dan hari itu hatinya tidak tenang karena akan mengetahui hasil laporan belajarnya, ya itulah perasaan yang berkecamuk didalam diri nya, ah ......kasihan juga ya si Tiko ini.
Umur Tiko kala itu baru 10 tahun dan duduk di kelas 4 sekolah dasar, dan hari inilah Tiko akan merasakan betapa senangnya jika naik kelas ke klas 5, wah senang rasanya jika naik kelas, suka citalah.
Namun apa yang terjadi, ternyata kenyataan yang ada berbeda, ketika raport  itu diambil oleh kakak Tiko, dan ternyata tidak naik kelas ke klas 5, maka sangatlah sedih dan kecewalah kakak Tiko.
Yang sedih lagi ya si Tiko itu karena dialah yang merasakan langsung, maka dia sedih dan menangis.
Dilihat dari nilai-nilai yang ada dalam berbagai macam pelajaran itu, waduh ........ nilai-nilainya sangat banyak yang jelek, Tikopun dimarahi oleh kakaknya.
Dengan peristiwa itu Tiko kecil itupun berjanji untuk belajar lebih sungguh-sungguh dan tidak malaas-malasan .
Tiko dengan jujur menyadari bahwa dirinya sering menyia-nyiakan waktu hanya untuk bermain, ya mainan layangan , bermain engkling , sepedaan dengan teman-teman, bermain di kali (yang ini yang paling menyenangkan dan banyak menyita waktu),
Banyak nasehat-nasehat yang Tiko terima dari banyak orang-orang yang menyayangi dan memperhatikan termasuk kakak perempuannya yang baik hati].Kakakknya Tiko memberi masukan-masukkan yang menyejukkan dan mendamaikan hati, padahal Tiko dan mbaknya itu cuman selisih dua tahun lho.
Dengan peristiwa tersebut ada kata yang indah dan menyejukkan yaitu "nggodhog banyu iku kudu ngenteni, nganti umeb" yang artinya memasak air itu harus sabar, sampaai air itu mendidih" artinya kita harus sabar dan terus belajar untuk mencapai cita-cita.
Kata-kata mbakyu itu ,memang terasa membangkitkan semangat kembali meskipun Tiko masih berusia 10 tahun .
Lebih beruntung lagi Tiko mau mendengarkan banyak nasehat dari orang-orang yang mencintainya dan menyayanginya, meskipun Tiko juga berpikir, nanti harus berteman dengan adik-adik kelasnya.
Kalau ingat masa itu ................. aah sungguh menggemaskan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar