Sungguh , Tiko merasakan bahagia dan bersyukur atas rahmat Tuhan yang telah memberikan ayah yang baik hati meskipun dalam mendidik kami anak-anaknya dengan caranya yang khas, keras, disiplin , tegas terutama dalam berkehidupan dan banyak memberikan contoh dan teladan hidup yang nyata sehari-hari.
Ayah Tiko, dalam kesehariannya sangat sederhana, tetapi sangat bertanggungjawab dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang ayah dan sebagai kepala keluarga.
Sebagai pegawai negeri, ayah Tiko selalu berangkat pagi dengan semangat yang selalu diklakukan ayah Tiko dan sekaligus memberikan contoh kepada anak-anaknya.
Dan sore hari pulang dengan tetap semangat dan ceria. Kadang ayah Tiko menceritakan pengalaman kerjanya selama pagi, hingga siang. ada peristiwa-peristiwa lucu, ada peristiwa-peristiwa yang menarik , periistiwa yang berhubungn dengan pengetahuan , dan lain sebagainya , yang kadang membuat Tiko tersenyum geli karena kucu, kadang juga tertawa terbahak-bahak , kadang juga harus mengerutkan keningnya karena tak tahu maknanya pembicaraan, kadang jugaa Tiko menggeleng-gelengkan kepalanya karena memang sama sekali tak mengerti apa makna cerita dari ayahnya, kadang juga wajah Tiko menunjukkan antusiasnya karena si ayahnya bercerita tenntang pengetahuan yang menurut Tiko itu pengetahuan baru, meskipun itu pengetahuan mungkin pengetahuan yang sudah umum, tapi menurut nya itu baru.
Dengan banyak bercerita itulah ternyata mengandungmaakna yang luar biasa, yang mana kedekatan hubungan Tiko dan Ayahnya semakin akrab, ya meskipun demikian Tiko kadang masih merasa sungkan untuk bicara kepada ayahnya .
Ada hal yang menarik dari ayah Tiko , bagaimana caranya ayah agar dekat dengan Tiko, yaitu dengan cara mengajak ngobrol dengan Tiko , saat Tiko mau tidur, ya akhirnya menjadi seperti cerita sebelum tidur.
Tetapi ada hal yang pernah membuat ayah marah kepada Tiko , yaitu saat siang hari dimana Tiko tidak tidur siang, karena kebiasaan dari ayah Tiko, sewaktu anak-anak yang masih kecil harus tidur siang, bila tidak tidur siang maka ayah akan marah .
Tiko tidak dicari , tetapi ditunggu di rumah saja sampai anaknya pulang, baru kemudian dengan sedikit marah, ayah baru menanyai dan mengapa tidak tidur siang, hanya dengan kata-kata itulah si Tiko sudah takut duluan dan segera tahu apa yang harus dilakukan, supaya ayahnya reda marahnya.
.....................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar