Senin, 27 April 2015

Tiko dan cintanya

        Ah ................. alangkah kecewanya, ketika cinta harus berakhir, tak tahu harus siapa yang disalahkan, dan siapa yang menyalahkan, karena memang itu yang harus terjadi.
Menyerbak harum cinta mewangi perjalanan hidup tak selamanya teraih asa , laksana bayangan busur melesak tak terarah, maka berakhirlah sudah lembaran kisah kasih lembayung senja harus usai.Tak perlu disesali memang itu terjadi , bukan karena Tuhan yang mencobai kita, melainkan cinta itu harus terpuruk dan terjulur  lelah tersungkur terjerambab serta berakhirlah sudah.
        "Sudah selesailah sudah , tak perlu disesali , itu keputusanku" katanya. (bersambung)

Rabu, 22 April 2015

TIko di jalan raya

       Tadi pagi ketiko Tiko akan berangkat ke sekolah , melihat kejadian lucu tapi menggemaskan.
Ketika Tiko dan pengendara motor melaju di jalan dengan kecepatan sedang dan santai.
Tiba-tiba aada seorang bapak-bapak mengendarai sepeda motor melaju dan mendahului kami dan wusssssss , dan segera menalakan laampu sein kuning mengarah belok kanan, dan tentu saja kami pengendara dibelakangnya pun mengerem dan memberi jalan.
Tapi apa yang terjadi setelah sekian detik bahkan setengah menitan........................ bapak pengendara yang sudah menyalakan lampu sein belok kanan itu tidak jadi belok kekanan tapi ternyata..................
bapak itu belok ke ke kiri.......kiri.
Waduh .akibatnya pengendara yang dibelakangnya pada ngerem mendadak...............cit....... cit.
Bahkan ada yang mengumpat dan ada yang mengingatkannya.
Waduh si bapak.

surabaya,23-04-2015
apujisantosa,smangatpagi

Kamis, 09 April 2015

Tiko dan SMPnya

        Sangatlah menyenangkan ketika masa sekolah dasar terlewati, masa sedih klas 4 yang menjadikan tidak naik klas sudah terlewati, ya sudah terlewati dan kini saatnya sekolah ditingkat lanjutan menengah yang pertama,
Waduh... ada perasaan yang mendebarkan pula karena harus berteman dengan anak-anak baru yang belum Tiko kenal, anak-anak baru yang berasal dari berbagai sekolah dasar dalam kota maupun dari luar kota, bahkan ternyata ada yang dari luar pulau juga yang karena berbagai alasan, yang salah satu alasannya karena pindah tugas kerja dari orang tuanya.
       Oh....... iya, sekolah SMP Tiko ini juga adalah sekolah kakak-kakak Tiko sebelumnya, jadi ya wajar saja kalau bapak ibu guru di SMP , lebih cepat mengenal Tiko .
"Tiko kalau sudah jadi anak SMP harus belajar lebih giaat lho" kataa kaakak Tiko yang bernama Tuti. Kakak yang baik hati.
"Lha .....iyo to kak" jawab Tiko.
Tuti kakak Tiko inilah yang sering memberi masukan pada Tiko bagaimana belajar yang benar. Contohnya waktu itu kakak Tiko berkata" Tiko kalau belajar, mata pelajaran matematika, fisika atau pelajaran lain yang ada hitungannya harus banyak latihan mengerjakan soal dan banyak menghafal dan menerapkan rumus-rumus dalam latihan soal.
Sedangkan kalau menghafalkan, itu untuk materi sosial dan kalau perlu digaris bawaahi, atau distabilo bagian-bagiaan yang penting dan tulislah yang penting-penting " kata kakak Tiko, walah..... waduh panjangnya nasehat kakak Tiko ini.
Tapi ya memang kalau dirasa-rasakan memang ada benarnya juga dan  itu memang benar Tiko rasakan dalam menyelesaikan soal-soal ulangan hariannya dan cara itupun yang membuat peringkat nilai raport dalam setiap semesternya selalu peringkat tiga besar.
       Dalam perjalanan waktu  dari klas 1 sampai klas 3, ternyata cara belajar Tiko pun di contoh oleh beberapa teman, dan itulah yang membuat persaingan untuk meraih prestasi dan peringkat kelas pada setiap siswa
...................................................................

Rabu, 08 April 2015

TIKO dan Ayahnya

       Sungguh , Tiko merasakan bahagia dan bersyukur atas rahmat Tuhan yang telah memberikan ayah yang baik hati meskipun dalam mendidik kami anak-anaknya dengan caranya yang khas, keras, disiplin , tegas terutama dalam berkehidupan dan banyak memberikan contoh dan teladan hidup yang nyata sehari-hari.
Ayah Tiko, dalam kesehariannya sangat sederhana, tetapi sangat bertanggungjawab dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang ayah dan sebagai kepala keluarga.
Sebagai pegawai negeri, ayah Tiko selalu berangkat pagi dengan semangat yang selalu diklakukan ayah Tiko dan sekaligus memberikan contoh kepada anak-anaknya.
Dan sore hari pulang dengan tetap semangat dan ceria. Kadang ayah Tiko menceritakan pengalaman kerjanya selama pagi, hingga siang. ada peristiwa-peristiwa lucu, ada peristiwa-peristiwa yang menarik , periistiwa yang berhubungn dengan pengetahuan , dan lain sebagainya , yang kadang membuat Tiko tersenyum geli karena kucu, kadang juga tertawa terbahak-bahak , kadang juga harus mengerutkan keningnya karena tak tahu maknanya pembicaraan, kadang jugaa Tiko menggeleng-gelengkan kepalanya karena memang sama sekali tak mengerti apa makna cerita dari ayahnya, kadang juga wajah Tiko menunjukkan antusiasnya karena si ayahnya bercerita tenntang pengetahuan yang menurut Tiko itu pengetahuan baru, meskipun itu pengetahuan mungkin pengetahuan yang sudah umum, tapi menurut nya itu baru.
Dengan banyak bercerita itulah ternyata mengandungmaakna yang luar biasa, yang mana kedekatan hubungan Tiko dan Ayahnya semakin akrab, ya meskipun demikian Tiko kadang masih merasa sungkan untuk bicara kepada ayahnya .
Ada hal yang menarik dari ayah Tiko , bagaimana caranya ayah agar dekat dengan Tiko, yaitu dengan cara mengajak ngobrol dengan Tiko , saat Tiko mau tidur, ya akhirnya menjadi seperti cerita sebelum tidur.
Tetapi ada hal yang pernah membuat ayah  marah kepada Tiko , yaitu saat siang hari dimana Tiko tidak tidur siang, karena kebiasaan dari ayah Tiko, sewaktu anak-anak yang masih kecil harus tidur siang, bila tidak tidur siang maka ayah akan marah .
Tiko tidak dicari , tetapi ditunggu di rumah saja sampai anaknya pulang, baru kemudian dengan sedikit marah, ayah baru menanyai dan mengapa tidak tidur siang, hanya dengan kata-kata itulah si Tiko sudah takut duluan dan segera tahu apa yang harus dilakukan, supaya ayahnya reda marahnya.
 .....................

Senin, 06 April 2015

TIKO TINGGAL KELAS

       Ketika langit cerah menghampar sepoi-sepoi angin pagi, terlihat burung-burung terbang berkicau berhutan , bahkan ada beberapa burung terbang membentuk komposisi yang indah untuk dilihat , sementara itu buliran embun menyatu membentuk tetesan , yang beberapa saat kemudian menetes ke arah rerumputan................ ah indahnya pagi itu kata Tiko pada diri sendiri, ketika itu Tiko berusia 10 tahun........
Dan hari itu saatnya Tiko kecil untuk terima terima raport kenaikan kelas, ya tentu saja hatinya berdebar-debar dan hari itu hatinya tidak tenang karena akan mengetahui hasil laporan belajarnya, ya itulah perasaan yang berkecamuk didalam diri nya, ah ......kasihan juga ya si Tiko ini.
Umur Tiko kala itu baru 10 tahun dan duduk di kelas 4 sekolah dasar, dan hari inilah Tiko akan merasakan betapa senangnya jika naik kelas ke klas 5, wah senang rasanya jika naik kelas, suka citalah.
Namun apa yang terjadi, ternyata kenyataan yang ada berbeda, ketika raport  itu diambil oleh kakak Tiko, dan ternyata tidak naik kelas ke klas 5, maka sangatlah sedih dan kecewalah kakak Tiko.
Yang sedih lagi ya si Tiko itu karena dialah yang merasakan langsung, maka dia sedih dan menangis.
Dilihat dari nilai-nilai yang ada dalam berbagai macam pelajaran itu, waduh ........ nilai-nilainya sangat banyak yang jelek, Tikopun dimarahi oleh kakaknya.
Dengan peristiwa itu Tiko kecil itupun berjanji untuk belajar lebih sungguh-sungguh dan tidak malaas-malasan .
Tiko dengan jujur menyadari bahwa dirinya sering menyia-nyiakan waktu hanya untuk bermain, ya mainan layangan , bermain engkling , sepedaan dengan teman-teman, bermain di kali (yang ini yang paling menyenangkan dan banyak menyita waktu),
Banyak nasehat-nasehat yang Tiko terima dari banyak orang-orang yang menyayangi dan memperhatikan termasuk kakak perempuannya yang baik hati].Kakakknya Tiko memberi masukan-masukkan yang menyejukkan dan mendamaikan hati, padahal Tiko dan mbaknya itu cuman selisih dua tahun lho.
Dengan peristiwa tersebut ada kata yang indah dan menyejukkan yaitu "nggodhog banyu iku kudu ngenteni, nganti umeb" yang artinya memasak air itu harus sabar, sampaai air itu mendidih" artinya kita harus sabar dan terus belajar untuk mencapai cita-cita.
Kata-kata mbakyu itu ,memang terasa membangkitkan semangat kembali meskipun Tiko masih berusia 10 tahun .
Lebih beruntung lagi Tiko mau mendengarkan banyak nasehat dari orang-orang yang mencintainya dan menyayanginya, meskipun Tiko juga berpikir, nanti harus berteman dengan adik-adik kelasnya.
Kalau ingat masa itu ................. aah sungguh menggemaskan