KETIKA TIKO BERSENANDUNG
Kamis, 27 Agustus 2015
KETIKA LANGIT RABU SORE .....
Langit Rabu 26 AGUSTUS 2015 ,sore itupun bercerita tentang lelah dan capeknya kegiatan di pagi, siang ,dan sore . Baru saja Tiko membuka pintu pagar dan rumahnya , baru saja Tiko meletakkan badannya untuk duduk bersandar, terhenyak terdengar suara hp tiko yang menggunakan nada dering lagu ciptaanya sendiri, mengagetkan Tiko dari keheningan sore, ya
kira-kira pukul 19.48 WIB ternyata terlpon datang dari bu Tiko, ah ada-ada aja ini, kan barusan ketemu , lha koko tilpun, tapi ya oke deh, Tiko angkat aja.
Ternyata tanpa basa basi, langsung berkata, "ayah, .... apa benar pak Her sudah dipanggil Tuhan????", dan Tikopun spontan menjawab" Hah............... nggak tahu, ah berita dari mana.
Dan singkat cerita, etalah percakapan telpon tadi Tiikopun mecari informasi dari keponakannya yang berada disekitar rumah pak Her dan setelah beberapa saat kemudian barulah diperoleh kepastian memang beliau benar telah dipanggil Tuhan.Tuhan Jesus ampunilah dosa-dosa pak Her dan terimalah pak her dalam keluarga kudus di Surga dan berilah kekuatan kasih roh kudusMu untuk keluarga yang ditingglkannya. Amin. Itulah sepenggal doa yang secara spontan oleh Tiko.
Tikopun bergegas kerumah duka,untuk berbela sungkawa dan bersama dengan teman-teman yang lain berdoa untuk bapak Her yang telah dipanggil Tuhan karena sakit.
Selamat jalan pak Her, selamat jalan teman, doa kami menyertaimu .......................
Minggu, 17 Mei 2015
Tiko dan teman
Tak pernah terbayangkan , rasanya hidup ini begitu susah untuk di omongkan, lha gimana to , banyak orang yang pintar ngomong dan bicara dengan mudah dan ndakik - ndakik penuh teori dan begitu mudah untuk didengar serta berfilosofi yang waduh luar biasa dan kelhatan dan mersa paling benar dalam berteori.
Namun kenyataannya dalam praktek walah ora karu-karuan, (bersambung)
Namun kenyataannya dalam praktek walah ora karu-karuan, (bersambung)
Senin, 04 Mei 2015
TIKO DAN KEHIDUPAN (2)
Kadang Tiko harus bertanya dan harus mencari jawab atas kerinduan untuk melaepaskan kepenatan perjalanan lelahnya tarikan nafas
Mengapa dan bagaimana Tiko harus dan selalu dibuat menjadi tidak baik prestasi hidup dan kehidupannya, selalu dipersalahkan dan orang lain pun merasa senang dan bangga bisa menyalakan Tiko.
Entah itu orang yang tua atau dituakan atau orang lain yang merasa dirugikan dengan kehadirannya si Tiko,..............
Padahal perbuatan itu yang melakukan orang lain tapi yang dipersalahkan ya ..... si Tiko.
Tidak hanya itu saja peristiwa-peristiwa lain pun juga harus dijalani Tiko, ah....... memang itu harus yang dialami Tiko, ah itulah yang harus terjadi...................
Mengapa dan bagaimana Tiko harus dan selalu dibuat menjadi tidak baik prestasi hidup dan kehidupannya, selalu dipersalahkan dan orang lain pun merasa senang dan bangga bisa menyalakan Tiko.
Entah itu orang yang tua atau dituakan atau orang lain yang merasa dirugikan dengan kehadirannya si Tiko,..............
Padahal perbuatan itu yang melakukan orang lain tapi yang dipersalahkan ya ..... si Tiko.
Tidak hanya itu saja peristiwa-peristiwa lain pun juga harus dijalani Tiko, ah....... memang itu harus yang dialami Tiko, ah itulah yang harus terjadi...................
Senin, 27 April 2015
Tiko dan cintanya
Ah ................. alangkah kecewanya, ketika cinta harus berakhir, tak tahu harus siapa yang disalahkan, dan siapa yang menyalahkan, karena memang itu yang harus terjadi.
Menyerbak harum cinta mewangi perjalanan hidup tak selamanya teraih asa , laksana bayangan busur melesak tak terarah, maka berakhirlah sudah lembaran kisah kasih lembayung senja harus usai.Tak perlu disesali memang itu terjadi , bukan karena Tuhan yang mencobai kita, melainkan cinta itu harus terpuruk dan terjulur lelah tersungkur terjerambab serta berakhirlah sudah.
"Sudah selesailah sudah , tak perlu disesali , itu keputusanku" katanya. (bersambung)
Menyerbak harum cinta mewangi perjalanan hidup tak selamanya teraih asa , laksana bayangan busur melesak tak terarah, maka berakhirlah sudah lembaran kisah kasih lembayung senja harus usai.Tak perlu disesali memang itu terjadi , bukan karena Tuhan yang mencobai kita, melainkan cinta itu harus terpuruk dan terjulur lelah tersungkur terjerambab serta berakhirlah sudah.
"Sudah selesailah sudah , tak perlu disesali , itu keputusanku" katanya. (bersambung)
Rabu, 22 April 2015
TIko di jalan raya
Tadi pagi ketiko Tiko akan berangkat ke sekolah , melihat kejadian lucu tapi menggemaskan.
Ketika Tiko dan pengendara motor melaju di jalan dengan kecepatan sedang dan santai.
Tiba-tiba aada seorang bapak-bapak mengendarai sepeda motor melaju dan mendahului kami dan wusssssss , dan segera menalakan laampu sein kuning mengarah belok kanan, dan tentu saja kami pengendara dibelakangnya pun mengerem dan memberi jalan.
Tapi apa yang terjadi setelah sekian detik bahkan setengah menitan........................ bapak pengendara yang sudah menyalakan lampu sein belok kanan itu tidak jadi belok kekanan tapi ternyata..................
bapak itu belok ke ke kiri.......kiri.
Waduh .akibatnya pengendara yang dibelakangnya pada ngerem mendadak...............cit....... cit.
Bahkan ada yang mengumpat dan ada yang mengingatkannya.
Waduh si bapak.
surabaya,23-04-2015
apujisantosa,smangatpagi
Ketika Tiko dan pengendara motor melaju di jalan dengan kecepatan sedang dan santai.
Tiba-tiba aada seorang bapak-bapak mengendarai sepeda motor melaju dan mendahului kami dan wusssssss , dan segera menalakan laampu sein kuning mengarah belok kanan, dan tentu saja kami pengendara dibelakangnya pun mengerem dan memberi jalan.
Tapi apa yang terjadi setelah sekian detik bahkan setengah menitan........................ bapak pengendara yang sudah menyalakan lampu sein belok kanan itu tidak jadi belok kekanan tapi ternyata..................
bapak itu belok ke ke kiri.......kiri.
Waduh .akibatnya pengendara yang dibelakangnya pada ngerem mendadak...............cit....... cit.
Bahkan ada yang mengumpat dan ada yang mengingatkannya.
Waduh si bapak.
surabaya,23-04-2015
apujisantosa,smangatpagi
Kamis, 09 April 2015
Tiko dan SMPnya
Sangatlah menyenangkan ketika masa sekolah dasar terlewati, masa sedih klas 4 yang menjadikan tidak naik klas sudah terlewati, ya sudah terlewati dan kini saatnya sekolah ditingkat lanjutan menengah yang pertama,
Waduh... ada perasaan yang mendebarkan pula karena harus berteman dengan anak-anak baru yang belum Tiko kenal, anak-anak baru yang berasal dari berbagai sekolah dasar dalam kota maupun dari luar kota, bahkan ternyata ada yang dari luar pulau juga yang karena berbagai alasan, yang salah satu alasannya karena pindah tugas kerja dari orang tuanya.
Oh....... iya, sekolah SMP Tiko ini juga adalah sekolah kakak-kakak Tiko sebelumnya, jadi ya wajar saja kalau bapak ibu guru di SMP , lebih cepat mengenal Tiko .
"Tiko kalau sudah jadi anak SMP harus belajar lebih giaat lho" kataa kaakak Tiko yang bernama Tuti. Kakak yang baik hati.
"Lha .....iyo to kak" jawab Tiko.
Tuti kakak Tiko inilah yang sering memberi masukan pada Tiko bagaimana belajar yang benar. Contohnya waktu itu kakak Tiko berkata" Tiko kalau belajar, mata pelajaran matematika, fisika atau pelajaran lain yang ada hitungannya harus banyak latihan mengerjakan soal dan banyak menghafal dan menerapkan rumus-rumus dalam latihan soal.
Sedangkan kalau menghafalkan, itu untuk materi sosial dan kalau perlu digaris bawaahi, atau distabilo bagian-bagiaan yang penting dan tulislah yang penting-penting " kata kakak Tiko, walah..... waduh panjangnya nasehat kakak Tiko ini.
Tapi ya memang kalau dirasa-rasakan memang ada benarnya juga dan itu memang benar Tiko rasakan dalam menyelesaikan soal-soal ulangan hariannya dan cara itupun yang membuat peringkat nilai raport dalam setiap semesternya selalu peringkat tiga besar.
Dalam perjalanan waktu dari klas 1 sampai klas 3, ternyata cara belajar Tiko pun di contoh oleh beberapa teman, dan itulah yang membuat persaingan untuk meraih prestasi dan peringkat kelas pada setiap siswa
...................................................................
Waduh... ada perasaan yang mendebarkan pula karena harus berteman dengan anak-anak baru yang belum Tiko kenal, anak-anak baru yang berasal dari berbagai sekolah dasar dalam kota maupun dari luar kota, bahkan ternyata ada yang dari luar pulau juga yang karena berbagai alasan, yang salah satu alasannya karena pindah tugas kerja dari orang tuanya.
Oh....... iya, sekolah SMP Tiko ini juga adalah sekolah kakak-kakak Tiko sebelumnya, jadi ya wajar saja kalau bapak ibu guru di SMP , lebih cepat mengenal Tiko .
"Tiko kalau sudah jadi anak SMP harus belajar lebih giaat lho" kataa kaakak Tiko yang bernama Tuti. Kakak yang baik hati.
"Lha .....iyo to kak" jawab Tiko.
Tuti kakak Tiko inilah yang sering memberi masukan pada Tiko bagaimana belajar yang benar. Contohnya waktu itu kakak Tiko berkata" Tiko kalau belajar, mata pelajaran matematika, fisika atau pelajaran lain yang ada hitungannya harus banyak latihan mengerjakan soal dan banyak menghafal dan menerapkan rumus-rumus dalam latihan soal.
Sedangkan kalau menghafalkan, itu untuk materi sosial dan kalau perlu digaris bawaahi, atau distabilo bagian-bagiaan yang penting dan tulislah yang penting-penting " kata kakak Tiko, walah..... waduh panjangnya nasehat kakak Tiko ini.
Tapi ya memang kalau dirasa-rasakan memang ada benarnya juga dan itu memang benar Tiko rasakan dalam menyelesaikan soal-soal ulangan hariannya dan cara itupun yang membuat peringkat nilai raport dalam setiap semesternya selalu peringkat tiga besar.
Dalam perjalanan waktu dari klas 1 sampai klas 3, ternyata cara belajar Tiko pun di contoh oleh beberapa teman, dan itulah yang membuat persaingan untuk meraih prestasi dan peringkat kelas pada setiap siswa
...................................................................
Rabu, 08 April 2015
TIKO dan Ayahnya
Sungguh , Tiko merasakan bahagia dan bersyukur atas rahmat Tuhan yang telah memberikan ayah yang baik hati meskipun dalam mendidik kami anak-anaknya dengan caranya yang khas, keras, disiplin , tegas terutama dalam berkehidupan dan banyak memberikan contoh dan teladan hidup yang nyata sehari-hari.
Ayah Tiko, dalam kesehariannya sangat sederhana, tetapi sangat bertanggungjawab dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang ayah dan sebagai kepala keluarga.
Sebagai pegawai negeri, ayah Tiko selalu berangkat pagi dengan semangat yang selalu diklakukan ayah Tiko dan sekaligus memberikan contoh kepada anak-anaknya.
Dan sore hari pulang dengan tetap semangat dan ceria. Kadang ayah Tiko menceritakan pengalaman kerjanya selama pagi, hingga siang. ada peristiwa-peristiwa lucu, ada peristiwa-peristiwa yang menarik , periistiwa yang berhubungn dengan pengetahuan , dan lain sebagainya , yang kadang membuat Tiko tersenyum geli karena kucu, kadang juga tertawa terbahak-bahak , kadang juga harus mengerutkan keningnya karena tak tahu maknanya pembicaraan, kadang jugaa Tiko menggeleng-gelengkan kepalanya karena memang sama sekali tak mengerti apa makna cerita dari ayahnya, kadang juga wajah Tiko menunjukkan antusiasnya karena si ayahnya bercerita tenntang pengetahuan yang menurut Tiko itu pengetahuan baru, meskipun itu pengetahuan mungkin pengetahuan yang sudah umum, tapi menurut nya itu baru.
Dengan banyak bercerita itulah ternyata mengandungmaakna yang luar biasa, yang mana kedekatan hubungan Tiko dan Ayahnya semakin akrab, ya meskipun demikian Tiko kadang masih merasa sungkan untuk bicara kepada ayahnya .
Ada hal yang menarik dari ayah Tiko , bagaimana caranya ayah agar dekat dengan Tiko, yaitu dengan cara mengajak ngobrol dengan Tiko , saat Tiko mau tidur, ya akhirnya menjadi seperti cerita sebelum tidur.
Tetapi ada hal yang pernah membuat ayah marah kepada Tiko , yaitu saat siang hari dimana Tiko tidak tidur siang, karena kebiasaan dari ayah Tiko, sewaktu anak-anak yang masih kecil harus tidur siang, bila tidak tidur siang maka ayah akan marah .
Tiko tidak dicari , tetapi ditunggu di rumah saja sampai anaknya pulang, baru kemudian dengan sedikit marah, ayah baru menanyai dan mengapa tidak tidur siang, hanya dengan kata-kata itulah si Tiko sudah takut duluan dan segera tahu apa yang harus dilakukan, supaya ayahnya reda marahnya.
.....................
Ayah Tiko, dalam kesehariannya sangat sederhana, tetapi sangat bertanggungjawab dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang ayah dan sebagai kepala keluarga.
Sebagai pegawai negeri, ayah Tiko selalu berangkat pagi dengan semangat yang selalu diklakukan ayah Tiko dan sekaligus memberikan contoh kepada anak-anaknya.
Dan sore hari pulang dengan tetap semangat dan ceria. Kadang ayah Tiko menceritakan pengalaman kerjanya selama pagi, hingga siang. ada peristiwa-peristiwa lucu, ada peristiwa-peristiwa yang menarik , periistiwa yang berhubungn dengan pengetahuan , dan lain sebagainya , yang kadang membuat Tiko tersenyum geli karena kucu, kadang juga tertawa terbahak-bahak , kadang juga harus mengerutkan keningnya karena tak tahu maknanya pembicaraan, kadang jugaa Tiko menggeleng-gelengkan kepalanya karena memang sama sekali tak mengerti apa makna cerita dari ayahnya, kadang juga wajah Tiko menunjukkan antusiasnya karena si ayahnya bercerita tenntang pengetahuan yang menurut Tiko itu pengetahuan baru, meskipun itu pengetahuan mungkin pengetahuan yang sudah umum, tapi menurut nya itu baru.
Dengan banyak bercerita itulah ternyata mengandungmaakna yang luar biasa, yang mana kedekatan hubungan Tiko dan Ayahnya semakin akrab, ya meskipun demikian Tiko kadang masih merasa sungkan untuk bicara kepada ayahnya .
Ada hal yang menarik dari ayah Tiko , bagaimana caranya ayah agar dekat dengan Tiko, yaitu dengan cara mengajak ngobrol dengan Tiko , saat Tiko mau tidur, ya akhirnya menjadi seperti cerita sebelum tidur.
Tetapi ada hal yang pernah membuat ayah marah kepada Tiko , yaitu saat siang hari dimana Tiko tidak tidur siang, karena kebiasaan dari ayah Tiko, sewaktu anak-anak yang masih kecil harus tidur siang, bila tidak tidur siang maka ayah akan marah .
Tiko tidak dicari , tetapi ditunggu di rumah saja sampai anaknya pulang, baru kemudian dengan sedikit marah, ayah baru menanyai dan mengapa tidak tidur siang, hanya dengan kata-kata itulah si Tiko sudah takut duluan dan segera tahu apa yang harus dilakukan, supaya ayahnya reda marahnya.
.....................
Langganan:
Komentar (Atom)