Rabu, 25 Maret 2015

CERITA TIKO PEMBUKA

SALAM PERKENALAN:

Hai kenalkan  , diriku bernama TIKO ,itu nama panggilanku.
Memang namaku sebenarnya cukup panjang, tapi temanku sering panggil singkatnya ya seperti itu tadi.
Tiko lahirnya di Sleman Daerah istemewa Yogyakarta , ya beberapa puluh tahun yang lalu, dimana masa kecilnya sungguh sangat mendukung untuk berkembang, dan teman-temannya pun sangat mendukungnya, ya itu perkenalan singkatnya.
Tempat tinggalku yang begitu nyaman, udara yang sejuk saat itu, karena banyak sekali pepohonan, baik pohon perindang maupun pohon yang menghasilkan buah. lha kalau main di sungai wah air sungai saat itu sangat jernih sekali, sampai-sampai ada temanku yang berani meminum air sungai itu, tapi yang dari beliknya (ada sumber air yang berada dipinggir sungai), wah jernih dan sungguh bisa untuk bercermin.
Di sungai itu saat liburan sekolah atau hari minggu ramai di kunjungi anak-anak yang mau mandi atau mencari ikan dan udang,  maupun ibu-ibu yang mau mencuci baju, rasanya sudah seperti diatur dalam pembagian tempatnya di sungai itu.
Disekitar aliran sungai itu , dikiri dan kanannya tumbuh tanaman bambu yang rimbun dan kalau siang hari, bagaikan orkes simphoni yang merdu karena pohon bambu itu saling bergesekan dan membuat suara berirama yang bersahutan.
Dan tentu saja yang namanya burung, waduh banyak sekali, apalagi burung emprit pemakan buah padi dan musuh dari petani tetanggaku.
Kalau burung itu sedang makan buah padi di sawah yang menguning itu, dan di"gusah" (diteriaki) pak tani menarik tali yang saling dihubungkan dengan potongan-potongan plastik  dan kaleng-kaleng omplong (kaleng susu) , burung-burung itupun terbang karena terusik suara-suara berisik yang ditimbulkan oleh kaleng-kaleng yang saling beradu dan gemerisik plastik-plastik yang beradu dan tiupan angin.
       Sekitar rumah Tiko juga ada beberapa perguruan tinggi swasta dan negeri, sehingga banyak mahasiswa yang tinggal disekitar kampus itu, akibatnya banyak masyarakat yang mempunyai usaha kos-kos an atau kontraktor (orang yang menyewakan rumah untuk dikontrak).
Sehngga tiap harinya lalu lalang para mahasiswa, terjadi dan tak henti-hentinya. Ada yang ke kampus , ada yang foto copy, ada yang mau cari makan dan sebagainya. Kalau bicara warung makan, banyak dan saling menawarkan rasa yang spesial dan murah lagi apalagi pelayanannya haruslah yang seramah mungkin, sehingga banyak pelanggan khususnya mahasiswa banyak yang mampir.
       Malioboro, ah.................. tak terlalu jauhlah  dari rumah Tiko,
Ya malioboro adalah tempat yang menarik bagi warga Yogya, mungkin karena lesehannya, atau karena pedagang kaki limanya dengan barang dagangan batik , jajanan peyek , rengginan, gudeg, lotek dan lain-lain ,....wuiiiiiih uenak tenan. Itu baru makanannya, belum barang-barang seninya, wah ya macem-macem jenisnya belum yang barang antiknya, keselatan sedikit ada Kraton Jogja dan tempat sejarah yang lainnya.
Candi Prambanan , candi Borobudur dan candi Kalasan juga merupakan tempat wisata yang dekat dengan Jogja , pembaca tertarik dengan Jogja ya , silahkan deh mampir ke Jogja.
Untuk selanjutnya ikuti kisah Tiko dalam mengarungi hidup nya sampai hari ini. Selamat membaca...